KENANGAN

Aku berjalan keluar dari kantor bimbingan konseling di salah satu sekolah menengah atas milik keluargaku. Aku menamatkan ilmu psikologiku 6 bulan yang lalu dan ayah memintaku untuk menjadi pembimbing konseling di sekolah yang ia pimpin. Aku berjalan melintasi ruas jalan menuju halte bus yang terletak tak jauh dari sekolah.

Aku duduk di halte itu, seperti biasa 15 menit lagi bus langgananku akan tiba. Aku lebih suka menggunakan jasa transportasi umum sejak duduk di bangku SMA. Mengamati lingkungan sekitar dan banyak bertemu dengan orang yang berbeda membuatku terhibur.

Bus langgananku tiba, seperti biasa agak sesak namun aku menyukainya. Kenek bus tersenyum begitu juga sang sopir yang sudah sangat hafal kepadaku.

“Duduk di sini Mbak Dina” kenek itu mempersilahkanku.

Aku tersenyum dan mengangguk.

“Terima kasih” sahutku

“Selamat siang penumpang semuanya”

Seperti biasa ada beberapa pengamen yang akan menghibur perjalanan singkat ini.

“Saya ingin melamar seorang gadis”

Aku tersenyum mendengar penuturannya dan beberapa penumpang lain pun bersorak. Ingin sekali ku tengok ke belakang melihat siapa pemuda yang sangat berani itu dan siapa pula gadis yang sangat beruntung itu, membuatku iri saja.

“Saya memang tak mampu berkata-kata romantis, suara saya pun jelek jadi mohon pengertiannya dari anda semua jika perjalanan anda menjadi sedikit terganggu”

Kemudian petikan senar gitar pun terdengar, mengalunkan nada intro lagu dengan sangat merdu.

Dengarkanlah….wanita pujaanku

Siang ini akan ku sampaikan

Hasrat suci kepadamu dewiku

Dengarkanlah kesungguhan ini

Bagikan :