Kunfayakun Cinta

 

Ku buka sedikit demi sedikit mataku yang masih terasa sangat berat untuk ku buka, rasa kantuk yang begitu membuat selimut enggan meninggalkanku. Terdengar sayup-sayup kumandang adzan subuh yang membuatku harus bangun,

“Ecca! Ayo bangun … kita subuhan…”

suara yang khas terdengar, ya begitulah cara ayah membangunkankku,

“ ya ”

Dengan nada lirih aku menjawab dan berjalan dengan lesu menahan kantuk segera ku ambil air wudhu, ku sentuh air wudhu dengan membaca ayat-ayat niat untuk berwudhu, ku basuh muka, terasa segar dan menghilangkan rasa kantukku.

Jam 06.30 yang artinya aku harus segera berangkat ke kampus untuk masuk jam pertama yang paling menyebalkan karna harus berangkat pagi, artinya aku harus berdesak-desakkan di bus.

Ya bus, walaupun jika dilihat dari segi materi, alhamdulillah aku tidak kekurangan. Seringkali orangtua menginginkan untuk mengantar bahkan membelikan kendaraan pribadi untuk keperluanku, tapi sering kali juga aku tolak dengan alasan yang simple karena takut jika aku punya kendaraan sendiri pasti aku akan jarang ada dirumah karena sibuk menjelajah. Dan alasan kedua, aku paling anti untuk di antar kekampus karena meraka mengantar pake mobil, yang paling membuatku tak mau teman-temanku tau.

Bagikan :