“hey! Plok! ” ucapku sambil menepuk tanganku di hadapan mereka dan mengagetkan mereka

“ahh…kamu ca ganggu orang aja” jawab devi dengan nada kesal dan melanjutkan posenya

“hey kalian liat donk udah sepi acaranya udah selesai sayang….ayo pulang udah soreni” aku berjalan meninggalkan mereka dan mereka mengikutiku.

“ca, kamu kenapa si?” tanya deva

“ kenapa? Kenapa apanya? ” dengan eskpresi heranku “ ya kenapa? Gak kayak cewek lain yang kalau di deketin kak Fikri tu gugup, terpesona, kagum, gak bisa ngomong… kamu malah biyasa aja… apa jangan-jangan…”

“jangan-jangan apa!” sautku memotong bicara devi “jangan-jangan kamu gak suka sama cwok ya?”kata devi yang mengagetkanku

“hey, kalian ni ngaco dech kalo aku gak suka cowok knapa aku nggak macarin kalian aja”

“hiiiii, deva aja ni akua gak mau” ekspresi alay devi muncul

“hhh, nggak becanda, memang kak Fikri patut untuk di kagumi tapi bukan berarti harus terlalu mengaguminya, dan aku lebih mengagumi Allah karna dia yang menciptakan mahluk yang kalian kagumi itu … ya nggak!”

“ya!… bu ustad” jawab serentak mereka

“ yap! Anak pinter” di barengi dengan tawa lepas kami.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :