Ya, karna kampusku berada di dataran tinggi dan daerahnya dekat dengan daerah pesisir.

Kupandangi sekeliling yang begitu indah dengan kesejukan angin pagi yang menembus masuk sampai ketulang-tulang ku. Dalam hati aku bicara “Subhanallah, Maha Besar Allah yang begitu hebat dan baik hati menciptakan begitu indah alam ciptannya ini khusus untuk hamba-hambanya”

“Eccaaaaa!”

Suara yang mengejutkanku, ya suara dua teman dekatku Devi dan Deva si kembar siam beda bapak beda ibu dijuluki kembar Cuma karna hampir sama kesamaan nama mereka yang di awali dengan huruf ” D” dan di tengah huruf “V” dan hobinya sama suka Gosip dan Kepo dengan urusan orang lain termasuk tentang aku kecuali satu yang membedakan mereka yaitu postur tubuh mereka kalo Devi tinggi dan ramping, samalah kaya aku bobot badannya juga sama, tapi kalo Deva paling gendut diantara kami secara hobynya makan nggak bisa diatur.

“pagi-pagi udah ngalamun, mending kantin yuk… laper ni belum sarapan” kata Devi dengan logat khas yang medok karna jawanya.

“dasar si vi jam segini kantin belum buka kalik, lagian benar lagi paling dosen masuk, ntar aj deh abis jam ini” ucap deva yang hampir sama dengan fikiranku.

Waktu berjalan kampus mulai ramai dan kelas-kelas mulai terisi diskusi-diskusi dosen yang cukup membuat beberapa orang merasa tegang bahkan mengantuk.

Bagikan :