dengan melihat-lihat sekeliling kantin tanpa ku sadari ada yang memandangiku dari kejauhan, kak Fikri yang duduk tak jauh dari tempat kami duduk hanya tersekat beberapa tempat duduk. Aku tersenyum reflek sambil mengangkukkan kepala mengisyaratkan salam, Dia membalas dengan senyum tulusnya juga. Karena merasa malu aku langsung berpaling sambil meminum teh hangat pesananku.

“ hah, perut kenyang hati pun senang” ucap Deva sambil nyengir, aku hanya tersenyum dan melanjutkan melihat gambar-gambar cepretanku di hp. Devi yang sibuk ngemil sambil memperhatikan Fikri yang tertangkap basah memandang ke arah kami “ hey ca, liat tu kak Fikri liatin kamu dari tadi”

“hem, sotoi mungkin dia lagi ngliatin kearah belang ku keliatannya aja liatin aku, jangan ngaco dech” sangkal ku sambil tersenyum terpaksa dan sedikit gugup,

“ach kamu ni nggak percayaan si, kayaknya kalo kamu sama dia cucok deh” tambah Devi

“ yap cucok B.G.T” sahut Deva

“ hust gak usah ngarang dech, perpus yuk aku mau cari buku buat materi besok”ucapku untuk menghentikan hayalan mereka.

“ach, kamu ni ca sampai kapan si mau jomblo… kesempatan Cuma datang satu kali” kata devi

“heh ngomong apasi, dasar ibu-ibu … cepet bayar ” putusku. Kami keluar kantin dengan diam-diam aku melihat kearah kak Fikri yang kebetulan

Bagikan :