temanmu bersedia ikut kegiatannya untuk tambah – tambah refrensi ” dengan tersenyum berharap

“oh ya kak insyaallah ya, Makasi infonya” sambil tersenyum lembut

“ok! See you” saut kak Fikri sambil tersenyum dan meninggalkan tempatnya berdiri tadi, aku melanjutkan langkahku sambil berfikir kapan kak Fikri berjalan kearahku apa karna aku terlalu khusuk mencari buku sampai tak tau kalau ada orang diblakangku hem mungkin hanya kebetulan, aku berjalan sambil senyum-senyum tak jelas.

“hey! Ca, wah so sweet! Jadi ngiri ni … hahahaha ” sahut deva dan devi yang ternyata sedari tadi mereka memperhatikanku dengan kak Fikri dengan ekspresi muka mereka yang sok imut

“hem, apaan si gak usah ngeres dech tadi Cuma kebetulan aja”

“kebetulan kok sampe dua kali si” tangkas Deva menggoda

“ dua kali? Kapan kan baru ini ” sangkalku penasaran “ dua kali dong, yang tadi di kantin diam-diam curi pandang ke arahmu, dan yang kedua masak tiba-tiba dia ada saat kamu butuh bantuan, udah kaya jin aja… hahaha” saut devi mendukung deva dengan terbahak-bahak

“suuuuttttt, mohon tenang jangan membuat kegaduhan di sini!” ketus petugas perpustakaan

“ach kalian, udah yok keluar jam berapa ni? harus masuk kelas nanti telat” sambil memasukkan buku ketasku

“yuuukk, capcus..”

Bagikan :