“ech ca, tadi kak Fikri bilang apa?” devi penasaran “ mau tau aja?, apa mau tau banget?… hem” jawabkku sambil nyengir meledek

“ach, aku srius ca!” devi dengan ekspresi cemberut dan keponya

“hehe… nggak dia Cuma bilang nanti ada seminar karya tulis ilmiah dan meminta kita untuk ikut, kalau bisa…” jawabku santai

“bisa! Ayo berangkat sekarang” jawab deva devi serentak yang membuat ku bingung dan kaget

“hey! Kalian kita kan ada kelas sekarang nanti saja abis kelas kita selesai”

“hem, kalau nanti keburu habis acaranya ca!” manja deva

“memang kenapa kalau selesai kan masih ada acara lagi kapan-kapan gak harus sekarang kan?”

“tapi, kalau besok-besok belum tentu kak Fikri ikutkan” tangkas devi

“haduh, teman-temanku sayang, kalian mau ikut seminar untuk ketemu kak Fikri atau mengambil ilmunya?”

”ketemu kak Fikri!”

serentak mereka menjawab keras sampai semua orang yang ada di sekitar kami memandangi kami dan kami melihat mereka dengan ekspresi malu, Deva dan Devi menutup mulut mereka dengan tangan masing-masing, aku memandanng mereka tersenyum heran kepada mereka sambil berjalan meninggalakan mereka dan mereka mengikuti langkahku

“ca tunggu, kamu si va keras- keras”

Bagikan :