Alif menaruh buku nayla dan segera mengajaknya pulang

“lif kamu janjikan bakal metikin lagi bunga matahari buat ku?”

Sebelum menjawab pertanyaan nayla Alif langsung tersenyum dan berlari , disusul oleh nayla yang tertawa-tawa melihat alif yang berlari seperti burung dengan mengepakkan kedua lengannya , mereka berdua seperti dua anak burung yang mengepakkan sayapnya , terbang dengan rasa gembira menuju rumah mereka

***

Alif sedih melihat sahabatnya di suruh menyakikan lagu di depan kelas sebagai hukuman karena dia tidak mengerjakan tugas rumahnya dan tidak bisa menjawab perkalian pedahal sudah 2 minggu ia bersikeras untuk mempelajarinya namun selalu gagal , konsentrasinya selalu terpusat pada matahari dan anaknya , ia tertunduk malu dihadapan teman-teman dan gurunya , ia melihat ke arah alif yang sedari tadi tersenyum kepadanya

“nayla , ayo nyanyi !” suruh bu guru

Nayla melihat ke arah bu guru yang sedang tersenyum membimbingnya menyelesaikan hukumannya itu

“nayla malu” iya berbisik pada bu guru

Bu guru memakluminya dan membebaskan ia dari hukuman itu , terlihat seulas senyum dari bibir mungil anak manis itu , ia berlari menuju tempat duduknya

“alif maaf , aku gagal konsentrasi terus” keluhnya

Bagikan :