Alif tersenyum dan menatapnya penuh rasa percaya “kamu lain kali bisa kok, aku yakin! Aku akan terus nemenin kamu sampai kamu bisa!”

Gadis kecil itu memegang tangan sahabatnya dengan penuh rasa yakin sahabatnya akan selalu ada menemaninya sampai kapanpun

Mereka melanjutkan lagi pelajarannya dan sesekali nayla minta bimbingan alif dan bu guru untuk membantu menyelesaikan soal-soal yang diberiakan gurunya. Mereka terlihat serius namun selalu diselingi tawa polos dan candaan-candaan konyol

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh siang , itu tandanya mereka harus segera membereskan buku-buku mereka dan segera menutup pelajaran disekolah dengan berdo’a bersama dipimpin oleh ibu guru

Alif dan nayla keluar dari ruang kelas dan berjalan menuju gerbang untuk kemudian menunggu jemputan orang tua mereka

Waktu begitu cepat berlalu , suasana disekelilingnya sudah sepi , teman-teman mereka sudah dijemput , kini hanya tinggal mereka berdua disana , mereka lagi-lagi melihat jam tangannya yang kini menujukkan pukul 12 siang

“nay , mungkin kita gak bakal dijemput”

Nayla menoleh ke arah alif dan memegang tangannya “jalan aja yuk!”

Alif tersenyum lebar

Mereka berdua mulai berjalan menyusuri jalan-jalan besar , melewati trotoar dan merasakan panasnya sinar matahari yang membakar kulit mereka

Bagikan :