Tampan, body.. hmmm boleh lah, cool, dan yang paling mendasar banget, ni cowok murah senyum. Rambutnya yang tebal namun lembut membuat wajahnya sangat menawan. Rangkaian hidung,mata, mulut dan hidung yang proporsional menambah kesempurnaan ni cowok. Ya,,,secara aku cewek normal,boleh lah kalo ada rasa ketertarikan antara  aku sama dia,tapi udahlah,kenapa jadi mengkhayal gini sich. Alhasil dengan modal yang ia punya, seketika kaum hawa yang ada di kelas langsung berbondong-bondong membicarakan cowok satu ini. Bahkan segelintir Kaum Adam pun jengah mendengar ocehan dari Kaum Hawa tentang cowok satu ini.

        Aku membalas senyuman David dan langsung mengutarakan apa yang tadi Pak Rangga minta.

        “Vid,buat tugas Pak Rangga, tadi dia pesen ke gue. lo satu kelompok sama gue. Lo keberatan nggak..????” ucapku datar.

        “Oh…it’s OK.gue ikut aja.kapan mau ngerjainnya???” balas David.

        “OK,nanti gue kabarin….” ucapku sambil melayangkan senyum ke arah David.

Entah kenapa, kok jantungku nggak karuan gini ya pas aku ngobrol sama David. Beuhhh,,,,jadi beda gini rasanya. Tapi seketika aku ilangin pikiranku itu. Mata kuliah ke dua pun dimulai, sepanjang mata kuliah berlangsung aku nggak tau arah pikiranku kemana. Yang jelas sepanjang dosen cuap-cuap di depan kelas, nggak ada satupun yang nyangkut ke otakku. Dan tanpa terasa sesi mata kuliah pun berakhir. Wow,,,parah gila aku ini. Ngapain coba aku dari tadi ngelamun nggak jelas.

Bagikan :