Membuat semua cowok yang ada di kampus ngerasa pengen kenal lebih dekat sama dia. Pembawaannya yang natural dan nggak sombong membuat sahabatku satu ini makin digila-gilai para kaum adam.

sedangkan Fina,walaupun aku baru kenal dia di kampus. Dia nggak kalah dekat nya sama aku dibanding Fina. Pembawaannya yang tenang dan sikap masa bodo nya adalah satu kesamaan diantara aku sama Fina. Fina nggak terlalu tinggi, ya kira-kira 160 centimeter. 5 centi lebih rendah dibanding aku. Wajahnya yang teduh membuat semua orang yang melihatnya pasti beRanggapan kalo tidak ada masalah sedikitpun yang dia alami. Ini dia yang gue salut dari Fina,menurut dia masalah tuh nggak perlu di bikin sulit. Kalo ada masalah ya pasti ada penyelesainnya. Itu prinsip Fina dari dulu. Dan aku setuju banget akan hal itu.

Sedangkan aku terkesan paling tomboy diantara sahabatku yang lain. Mungkin karena terinspirasi dari Tora. Gue seneng ngeliat style Tora. Pake baju apapun dia tetep terlihat cool dan nyaman. Dan tanpa aku sadarin kenyamanan yang kulihat di Tora menular ke aku.

Nggak lama kemudian, dosen matkul seni budaya yaitu pak Rangga muncul. Tanpa buang waktu, Pak Rangga langsung memberikan tugas. Aaduhhhh…..ngebut aja ni dosen, sampe kalah mobil. Aku  langsung ngambil perlengkapanku di dalam tas. Disaat aku sibuk nyari-nyari sepidol yang aku yakin udah aku masukin tadi ke tas terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu. Tanpa menghiraukan siapa yang datang, aku masih terus mencari sepidol di tas.

“Waahhhh,,,,,,so sweet….ucap Nadia”

“Hmmm….not bed….balas Fina”

Bagikan :