BAB 1

            Dinosaurus hijau besar itu melangkah mendekati mobil sedan merah. Saat mobil itu berbelok arah, langkah sang dinosaurus semakin cepat. Ia berlari mengejar mobil itu dengan langkah-langkah besar dan beratnya. Dan dengan sekejap dentuman keras terdengar. Dinosaurus itu roboh seketika. Seorang pahlawan berbaju biru dengan perisai bundarnya datang menerjang dinosaurus itu.

            “Bang! Bang! Bang!” Aaron mengangkat Captain America-nya dan menghantamkannya ke wajah Dinosaurus hijau itu berulang kali. “Rasakan ini wajah jelek!” Aaron melemparkan perisai bundar itu ke kepala sang dinosurus. Dan dinosaurus hijau itu pun terlempar jauh, tak berkutik.

            “Wo-woo-woo.. kalau aku jadi Captain America, aku tidak ingin menang semudah itu.” Nicholas melangkah memasuki kamar dengan senyum lebar mengembang di wajahnya dan mendekati Aaron yang bersimpuh di lantai. Tangannya menggapai Aaron dan mengangkat tubuh kecil itu dengan ringan.

            “Tapi kenapa, ayah? Bukankah semua superhero ingin menang?” Wajah lugu Aaron berpendar terkena sinar matahari pagi yang muncul dari jendela kamarnya. Menampakkan rona merah muda di pipi gembulnya yang lucu. Nicholas menggeram gemas. Tak kuasa menahan kegemasannya, ia mencubit pipi gembul itu.

            “Kalau semua musuh bisa kau kalahkan dengan mudah, siapa yang bisa melawanmu?” Aaron duduk dengan nyaman di lengan ayahnya. Digendong dengan sebelah tangan Nicholas, sembari membawanya berjalan keluar kamar.

Bagikan :