“Oke, kau tahu aku bercanda.” Guraunya kemudian. “Cepat atau lambat aku harus kembali ke kota yang memusingkan ini. Bekerja dan bekerja. Menjadi penyembah uang dimana-mana.”

            Nicholas tergelak. Akhirnya ada seseorang yang bisa membuatnya tertawa setelah beberapa jam penuh ketegangan. “Ironis atau realistis? Aku rasa keduanya.” Guraunya, menimpali gurauan Carlos.

            “Realistis saat kau terus bekerja dengan giat hanya untuk mendapatkan sepotong roti. Ironis saat kau sudah bekerja dengan giat, kau mendapatkan uangnya, namun kau tak bisa pergi mencari makan. Seperti saat ini.”

            Nicholas mengusap rambutnya sambil lalu. “Aku benar-benar sedang sibuk, Carlos.” Berusaha mengalihkan pandangannya dari Carlos dan menatap layar laptop yang menyala di meja kerjanya.

            “Sepertinya harimu buruk.”

            “Persis seperti yang kau lihat.”

            “Yang kulihat hanya sebagian efek dari kurangnya istirahat dan jatah makan siangmu.”

            “Oh ayolah Carlos. Siapa yang butuh makan siang di New York?”

            “Aku. Dan semua orang sepertimu.” Carlos berdiri dari sofa. Menghampiri meja Nicholas dan menutup laptop di hadapan sahabatnya itu.

            “Hey, apa yang kau–”

            “Meninggalkan jatah makan siangmu hanya semakin memperburuk harimu.” Carlos melemparkan sebuah kunci mobil pada Nicholas, dan langsung ditangkap dengan sigap oleh sahabatnya itu.

“Kau tahu restoran Italia yang enak kan? Aku sedang ingin makan pasta.” Carlos melenggang santai menuju pintu. Tanpa mempedulikan Nicholas yang masih tercengang di belakangnya. Masih duduk di kursi kerjanya, menggenggam kunci mobil Carlos dan menghela nafas panjanganya…sekali lagi.

* * *

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :