“Ayah, nanti malam aku ingin menonton Captain America lagi.” Mata Aaron membulat dan wajah lugunya memohon menatap mata Nicholas.

“Jika ayah belum pulang, bisakah kau menontonnya dengan ibumu dulu? Ayah pasti akan menemanimu setelahnya.” Nicholas hanya menatap Aaron sekilas, tak kuasa melihat tatapan mata memohon itu dari mata Aaron. Ia melangkah keluar ruang makan.

“Nicholas..” Patricia memanggilnya dengan lembut. Lelaki itu memalingkan wajahnya dan melihat sebuah senyum lembut di sana. “Berjanjilah untuk tak terlambat pulang.”

Nicholas menatap wajah istrinya itu dengan seksama, lalu tersenyum lembut. “Aku usahakan…” Dan lelaki itu pun menghilang di balik pintu.

* * *

            Nicholas berdiri dan membalas uluran tangan Mr. Clinton erat. “Senang bekerjasama dengan anda Mr. Clinton.” Katanya seraya mengembangkan senyum.

            “Aku selalu ingin punya partner kerja sepertimu Mr. Redell.” Jawab pria itu mantap. Senyumnya ikut mengembang. Lalu pria itu berjalan menuju pintu, mendahului Nicholas yang mengikutinya dari belakang.

            Mr Clinton membuka gagang pintu dan sebelum ia sempat melangkah, pria itu menoleh pada Nicholas. “Ah ya, aku mengadakan jamuan makan malam jumat ini di kondominiumku. Aku akan sangat senang jika kau berkenan datang, Mr. Redell.”

            “Jamuan makan malam?”

            “Ya, aku mengadakan jamuan makan malam setiap tiga bulan sekali. Hanya sebagai wadah untuk bisa saling bertukar pikiran dengan para pebisnis muda di kota ini. Kau tahu, New York punya segudang eksekutif muda dengan vitalitas bisnis tinggi.” Mr. Clinton tersenyum penuh makna. “Datanglah, Mr. Redell. Anggap saja sebagai rasa terima kasihku karena kau mau menandatangani proyek ini.”

            Nicholas menatap kedua mata biru pria itu dengan sedikit ragu. Kemudian ia menyunggingkan senyum kecilnya. “Suatu kehormatan bagiku bisa hadir di acara itu, Mr. Clinton.” Nicholas membuka pintu ruang kerjanya itu lebih lebar dan membiarkan

Bagikan :