Wanita itu menurunkan kedua tangannya dan mengepalkan kedua telapaknya dengan geram. “Oh, kau memang cerdas, Nicholas. Sangat cerdas. Maafkan aku.” Ia mendengus kesal sekali lagi dan berputar arah menuju pintu. Berjalan cepat dengan langkah berderap yang menggema ke seluruh sudut ruang kerja Nicholas.

            Nicholas memperhatikan punggung wanita itu hingga gema langkah kakinya menghilang. Lalu ia menghela nafas panjangnya dan mengusap rambutnya dengan kedua jari-jari tangannya. Wanita itu menambah buruk harinya. Mengapa ia harus memiliki rekan kerja yang sangat menyebalkan dan selalu melakukan kesalahan-kesalahan fatal untuk perusahaan. Nicholas mengusap wajahnya dengan gusar. Ia hanya ingin menenangkan pikirannya sebelum… . Seseorang masuk dengan tergesa lagi ke ruang kerjanya. Kali ini tak mengetuk pintu sama sekali. Dengan jengkel Nicholas mendongak dan sedikit berteriak marah pada orang itu.

            “Ada apa lagi, Gretha?!”

            “Hey, Nic. Ini aku.” Seorang pria latin tersenyum lebar pada Nicholas. Tangannya terbuka lebar seakan ingin menerima sambutan meriah dari lelaki itu. Namun yang didapatkannya justru sebaliknya.

            “Carlos?” Nicholas terkejut akan kehadiran kawannya yang tak terduga itu. “Mengapa kau kemari?” Tanyanya kemudian, tak habis pikir bagaimana Carlos bisa tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerjanya.

            “Kebetulan aku sedang ada urusan di dekat sini. Dan aku belum makan siang, jadi kupikir mengajakmu makan siang bukanlah sesuatu yang ilegal.” Sahutnya acuh sambil membanting tubuhnya ke atas sofa di depan meja Nicholas.

            “Kukira kau masih di California.”

            “Oh tidak, California membosankan.”

            “Membosankan?”

            “Ya. Terlalu banyak bersantai dan waktu luang. Aku menghabiskan tiap hariku dengan berlibur dan bersenang-senang. Butuh sedikit aktivitas agar otakku tak tumpul.” Carlos menampilkan deretan gigi-gigi putihnya yang rapi. Nicholas hanya menanggapinya dengan senyuman masam sambil terus menatap wajah konyol yang sudah lama dirindukannya itu.

Bagikan :