Tidak terlalu memperdulikan mereka aku pun beralih pada seseorang yang duduk tersungkur di aspal.

Seorang wanita yang sedang meringis kesakitan. Rambut panjangnya terurai indah dan menutupi wajahnya, karena wanita itu sedang menunduk seraya meringis. Dan bisa kupastikan kalau dia terluka karena ulahku. Perlahan aku pun berjongkok disebelahnya.

“Mbak…ada yang luka? Bisa saya lihat?” tanyaku tenang. Sepertinya wanita ini tidak menyadari kehadiranku. Dia hanya meringis kesakitan. Dengan sedikit keberanian aku pun menyentuh pundaknya yang tertutup rambut. Bahunya terasa menegang karena sentuhanku, mungkin dia terkejut.

“Bisa saya lihat lukanya? Bagaimana kalau kita kerumah sakit…” tanyaku sekali lagi. Dia tidak menengok maupun menjawab perkataanku.

“Wahh… Pak, kalo tikungan ati-ati dong pak. Liat, nabrak orang kan jadinya,” ucap salah satu orang yang entah kapan sudah berada di sekitarku.

“Woi… Tanggung jawab woi! Jangan diem aja. Kasian tuh mbak-mbak nya!” ucap seseorang lagi yang cukup membuat panas telingaku.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :