Dan pandanganku masih tertuju pada toko bunga itu. Hingga mataku terhenti pada seseorang yang bisa kupastikan adalah seorang wanita. Dia wanita itu.

Dari yang kulihat dia mempunyai rambut panjang berwarna hitam legam yang indah. Seperti biasa, rambut indah itu selalu tergerai sempurna. Dari sini bisa kulihat wajahnya yang putih bersinar, juga pakaiannya yang sopan yang membuat wanita itu terlihat sangat elegan. Wanita itu sesekali tersenyum memperlihatkan keramahannya yang kulihat sangat tulus pada lawan bicaranya. Lawan bicaranya terlihat sangat antusias mengamati wanita itu. Seorang lelaki muda dengan setelan ala eksekutif muda. Entah mengapa ada perasaan kecewa saat wanita itu kembali memberikan senyumnya pada pria itu dan dibalas oleh senyuman oleh sang pria.

Tidak ingin terlarut aku pun mengalihkan pandanganku ke arah depan. Kembali menyelusuri jalan yang berada didepanku. Sambil menginjak pedal gas, tanpa disadari aku pun melirik kembali ke dalam toko itu. Sang lelaki menjabat tangan wanita itu lalu keluar dari toko tersebut seraya membawa se-bucket bunga mawar.

Sebuah senyuman bertengger manis di bibirku. Berarti tebakanku salah. Kukira pria tadi pasangan wanita itu. Mungkin wanita itu adalah penjual bunga, karena aku selalu melihatnya disana.

Bagikan :