‘Ahh….Adam. Memangnya kalau dia hanya penjual bunga kau mau apa?’

Aku merutuk kesal pada diriku sendiri. Otak dan pikiranku benar-benar tidak sejalan. Aku benar-benar bisa dikatakan frustasi saat ini. Kucengkram stir mobil kuat-kuat hingga buku-buku jariku memutih.

“Arrrgghh!!!” teriakku dengan lengkingan yang pada akhirnya membuatku cukup tenang.

“Tenang Adam. Tenang.. Lo nggak separah itu kok. Relaks oke!” aku menarik nafas panjang kemudian kuhembuskan pelan-pelan.

Aku pun kembali menenangkan diri. Dan saat aku sudah tenang, aku tersadar kalau mobil di depanku sudah berjalan jauh. Mobil-mobil di belakangku pun mengklakson dengan penuh semangat. Ada juga yang berjalan mendahului mobilku. Dengan cepat aku mengemudikan mobil kembali. Untung saja tidak ada yang menggedor kaca mobilku. Dan langkah yang paling tepat sekarang adalah segera melajukan mobil. Bukannya aku pengecut, itu lebih baik daripada meladeni mereka dengan diriku yang sedang dalam pengaruh emosi dan kalut.

####

Bagikan :