Author POV

Adam duduk di kursi kebanggaannya, ditemani secangkir kopi hitam pekat dan layar laptop yang menyala. Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Namun, tidak ada tanda-tanda dirinya akan pulang. Dengan mengetuk-ngetukkan jarinya di meja kembali terlintas dibenaknya seorang wanita yang sejak sore tadi ia pikirkan. Senyumannya, matanya yang teduh, juga wajahnya yang ramah.

Membuat Adam mengembuskan nafas tenang kemudian tersenyum. Ini tidak benar, rutuknya dalam hati. Adam kembali berkutat dengan laptopnya, membuang waktu seraya menyelesaikan pekerjaannya yang tersisa. Hingga saat pukul dua malam, ia akhirnya tertidur dimeja kerja.

####

Bagikan :