Adam POV

Sebuah tepukan di bahu, membangunkanku dari alam mimpi. Terdengar sayup-sayup sebuah suara yang bisa kupastikan adalah suara OB yang akan membersihkan ruangan.

“Pak…Pak Adam. Sudah pagi, Pak…” terdengar suaranya lagi. Kurasakan lagi tepukan di bahuku. Sudah menjadi kebiasaan di pagi hari saat aku tertidur di kantor, aku akan dibangunkan oleh OB yang biasa merapihkan ruanganku. Sangat menyedihkan memang saat teman-temanku akan dibangunkan oleh pasangannya dan disambut dengan senyuman khas. Aku dibangunkan oleh OB yang memang juga memiliki senyuman khas, namun dalam artian berbeda.

Aku pun bangkit dari posisi tidurku, badan terasa remuk dan pegal-pegal tidak membuatku heran karena bisa dipastikan hampir setiap hari sabtu pagi aku akan terbangun dengan keadaan seperti ini. Kemeja kerja yang kusut yang sudah ku gulung asal hingga lengan tanganku.

“Pagi, Pak Adam,” sapa sang OB yang kuketahui bernama Warno. Usianya masih dua puluh tahun, dia adalah OB termuda disini. Dia tersenyum melihatku.

Bagikan :