Jung Min sangat terpukau dengan keindahan di depan matanya, sehingga ia tidak menyadari seruan dari sekretaris Kim yang menyuruhnya masuk.

“Ah… ia, Ahjusi.” Jung min segera mengikuti langkah sekretaris Kim. Meski matanya masih terus mengagumi dinding-dinding yang ada di dalam rumah tersebut, rasa kagum itu semakin memuncak tatkala matanya menangkap sesosok yang menggetarkan hatinya beberapa menit lalu. Gadis tersebut mengenakan baju berwarna hijau senada dengan kerudung yang ia pakai, serta bros kupu-kupu orange. Gadis tersebut menuruni anak tangga, hingga sekarang tepat di depan sekretaris Kim.

“Ahjusi, apa dia keponakanmu yang dari Korea itu?” Tanya Ama. Gadis tersebut bernama Meiriela Ama Nindita, biasa di panggil Ama. Ia tersenyum lembut pada Jung Min.

“Hello…” sapa Jung Min seraya mengulurkan tangan kanannya. Ama hanya tersenyum dan menjabat tangan Jung Min. Mungkin ruangan akan tetap menjadi sunyi jika pernyataan sekretaris Kim tidak mengembalikan mereka pada keadaan semula, alam nyata.

“Nona Ama adalah putri tunggal tuan Heo Young Saeng, dan sekarang kamu akan menjadi sopir pribadi Nona Ama.” Pernyataan sekretaris Kim mematahkan semangat Jung Min, karena ia hanya akan menjadi sopir, tidak lebih. Dengan cepat ia menarik tangannya dan menunduk meminta maaf karna ketidaksopanannya.

“Tidak apa, bukankah kita sebaya? berapa usiamu?”

“Usia saya tujuh belas tahun, Nona.”

Bagikan :