“Perasaan kecewa adalah ketika semua yang kau harapkan tidak berjalan sesuai rencana.”

-Louis-

1

Senyum Louis mengembang sejak turun dari pesawat yang ia tumpangi. Pria itu tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya setelah kembali ke negara asalnya. Seminggu lalu ia habiskan waktu di Jepang dalam rangka menjalin kerja sama sekaligus melakukan persentasi produk untuk dipasarkan di berbagai negara.

Ekspresinya berseri-seri. Bukan hanya karena presentasinya berjalan dengan lancar sehingga banyak perusaan asing yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya, tetapi ada sesuatu yang sangat ia nanti-nantikan saat kepulangannya hari ini. Ia berniat mengutarakan isi hatinya pada seorang wanita yang sangat ia sukai.

Louis berjalan penuh semangat diantara keramaian orang-orang di bandara. Tangan kanannya sibuk menarik koper sedangkan tangan kirinya menggenggam sebuah kotak kecil berwarna merah. Ia tau hari ini rekan-rekan kerjanya akan menjemputnya di bandara, termasuk ‘dia’, wanita yang paling ia harapkan datang untuk menyambutnya.

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Louis melihat beberapa orang yang ia kenal. Senyumnya makin mengembang hingga akhirnya langkahnya semakin cepat untuk menuju kesana.

Jason—rekan kerja Louis—terlihat paling antusias. Tangannya tidak henti melambai berlebihan ke arah Louis, padahal orang yang dimaksud sudah melihatnya dari jarak jauh namun ia masih saja tidak menghentikan kesibukannya.

Bagikan :