“Maafkan aku,” ucap seorang wanita yang baru saja bertabrakkan dengan Louis. Ia menundukkan wajahnya dalam-dalam tanpa berniat menatap orang yang ditabraknya.

Louis masih terkejut dengan benturan yang sangat tiba-tiba itu, tapi akhirnya ia menyahut, “Tidak apa-apa.”

Louis masih berusaha memperhatikan gadis yang terjatuh bersamanya saat gadis itu dengan segera bangkit berdiri dan berjalan cepat meninggalkannya. Louis tidak dapat melihat dengan jelas sosok itu karena terhalang topi yang menutupi wajah sang gadis. Rambut panjang yang terurai menutupi sebagian wajah sang gadis juga menyulitkan Louis untuk menebak siapa gadis itu.

Akhirnya Louis memutuskan untuk ikut bangkit berdiri saat gadis itu sudah cukup jauh meninggalkannya. Namun rasa penasaran masih menghinggapinya. Ia mulai curiga dengan gerak gerik gadis itu yang terlihat tidak biasa. Gadis itu juga tidak berani menatap matanya saat meminta maaf. Bila diperhatikan ke sekeliling, seharusnya gadis itu bisa mengambil jalan yang lebih leluasa di samping kiri dan kanannya, tapi ia malah memilih menabrakkan diri dengan Louis.

Louis mulai meraba saku jaketnya sekedar memastikan tidak ada sesuatu yang hilang. Sedetik kemudian matanya makin membulat, ia tidak dapat menemukan kotak kecil berwarna merah yang beberapa saat lalu ia genggam. Ia juga tidak menemukan dompet yang ia sematkan di saku belakang celana jeans-nya. Dengan panik, ia edarkan pandangannya ke lantai bandara di sekitar tempatnya berdiri. Saat tidak berhasil menemukan benda yang ia cari, rasa curiganya mengarah pada gadis yang tadi bertabrakan dengannya.

Bagikan :