“Hei, tunggu!” Louis berteriak sambil berlari menuju arah berlalunya gadis yang menabraknya. Ia bahkan meninggalkan kopernya di tengah keramaian bandara. Langkahnya yang sebelumnya berniat menghampiri rekan-rekan yang menunggunya, terpaksa ia tunda. Ia harus menemukan kembali benda yang sangat penting baginya.

Gadis yang diteriaki sepertinya menyadari kecurigaan Louis akan gerak geriknya. Tanpa menunggu lebih lama, ia semakin mempercepat langkahnya menjadi setengah berlari.

Louis makin curiga melihat reaksi gadis itu yang mulai berlari saat jarak mereka sudah hampir dekat.

Mengapa dia harus menghindar bila tidak melakukan sesuatu yang salah. Aku yakin betul gadis itu yang telah mengambil kotak dan dompetku, ucap Louis dalam hati. Ia makin mempercepat langkah kakinya untuk menyusul gadis itu. Tapi sepertinya gadis itu cukup profesional dalam menjalankan misinya. Gerakannya sungguh sangat lincah dan cekatan. Ia bahkan terlihat tidak kesulitan sama sekali menerobos kerumunan padat orang-orang yang berada di tengah-tengah bandara. Sementara Louis terlihat hampir terjatuh tiap kali menabrak kerumunan orang yang menghalangi langkahnya. Akibatnya, ia lebih sering membuang waktu karena harus meminta maaf kepada orang-orang yang ditabraknya.

Louis berusaha untuk tetap tidak putus asa. Ia makin mempercepat laju larinya untuk menyusul gadis itu yang hampir keluar dari bandara. Dengan susah payah Louis menyentuh bahu gadis itu saat ia telah berhasil menyusul posisi gadis itu tepat di depan pintu keluar bandara. Gadis itu bergerak menepis tangan Louis di bahunya lalu berniat melesat lebih cepat.

Bagikan :