Louis dapat dengan mudah membaca pergerakan gadis itu. Setelah tangannya terlepas dari bahu gadis itu, dengan segera ia meraih topi yang dikenakan gadis di depannya.

Gadis itu tidak melawan, ia hanya berusaha menutupi sebagian wajahnya dengan rambut panjangnya yang terurai saat topinya terlepas dari kepalanya, lalu bergegas melarikan diri sebelum Louis menangkapnya.

Louis melanjutkan langkahnya untuk mengejar ‘sang pencuri’, tapi niatnya tak berjalan mulus. Baru beberapa langkah, Louis merasakan sebuah tangan menarik pergelangannya hingga memaksanya menghentikan usaha pengejarannya.

“Louis, kau mau pergi kemana?” Tanya Kelvin—salah satu rekan kerja Louis—yang baru saja menyusul dan menghentikan langkah Louis.

Louis tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sosok gadis yang dikejarnya tadi sudah tidak terlihat di seberang jalan. Ia akhirnya hanya dapat berdecak kesal lalu menoleh ke arah sumber suara.

“Apa kau tidak melihat gadis tadi mencuri dompetku?” Tanya Louis masih emosi sambil menunjuk ke sebrang jalan.

Kelvin menatap arah tunjuk Louis lalu menggeleng pelan sambil memasang mimik heran. “Siapa yang kau maksud?”

“Aish~ sudahlah,” ucap Louis mulai frustasi.

Jason dan beberapa rekan Louis yang lain mulai terlihat keluar dari dalam bandara. Salah satu diantara mereka membantu membawakan koper Louis yang sempat ditinggalkan tadi.

“Louis, apa ini caramu memperlakukan kami?” Tanya Jason yang mulai mendekat ke arah Louis. “Kenapa kau tidak menghargai kami yang

Bagikan :