sengaja datang untuk menyambut kepulanganmu hari ini?” Kini tangan Jason merangkul akrab bahu rekannya itu.

Louis hanya menatap malas ke arah Jason. Ia nampak masih kesal pada gadis yang baru saja merampas sesuatu yang sangat penting baginya.

“Maaf, mood-ku sedang tidak baik hari ini,” kata Louis seraya melepaskan rangkulan Jason di bahunya.

Jason menatap heran sikap dingin Louis padanya. Ia akhirnya mengedarkan pandangannya ke arah rekan-rekannya yang lain untuk mencari tau apa sebenarnya yang membuat sikap Louis tidak bersahabat seperti ini, namun orang-orang yang ditatapnya kompak hanya mengangkat bahu sambil menggeleng pelan.

—<><>—

Krystal duduk sendiri di dalam sebuah kafe di sudut kota. Ia terlihat gelisah menunggu seseorang yang beberapa saat lalu ia hubungi. Matanya tidak beralih dari jendela kafe di sebelahnya yang memperlihatkan pemandangan jalanan di luar kafe.

Krystal memang tidak yakin orang yang dihubunginya itu akan segera menemuinya di tempat ini walau jarak rumah sakit dan kafe ini tidak terlalu jauh, karena pasti orang itu tengah sibuk menangani pasien. Tapi Krystal tetap akan menunggu sampai orang yang ia tunggu datang menemuinya. Ia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, menunggu orang penting untuk menyampaikan sesuatu walau hanya beberapa menit.

Penantian Krystal akhirnya berbuah, ia melihat Samuel—orang yang ia tunggu—telah berdiri tepat di hadapannya lalu segera mengambil posisi duduk tepat di depan Krystal.

Bagikan :