sesuatu yang mengerikan yang akan dialami oleh orang yang paling dicintainya bila tidak lagi mendapat perawatan di rumah sakit.

Samuel menatap iba gadis di hadapannya. Ia berusaha menenangkan Krystal dengan menggenggam pelan tangan kiri gadis itu. “Aku sudah berusaha semampuku,”

Suara isak tangis Krystal makin terdengar jelas. Genggaman dan ucapan Samuel barusan, entah mengapa terasa begitu perih dihatinya. Krystal sama sekali tidak ingin sampai hal buruk terjadi.

“Aku harus segera kembali ke rumah sakit. Tolong pikirkan kembali ucapanku,” Samuel kini bangkit dari duduknya sambil membawa amplop coklat itu, lalu dengan segera meninggalkan Krystal yang masih menangis tersedu-sedu di tempatnya.

Krystal berusaha mengendalikan isakan tangisnya agar segera mereda. Tidak ada gunanya bila ia hanya terus menangis tanpa berbuat sesuatu. Yang harus ia lakukan adalah mencari cara untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat untuk menolong seseorang yang sangat ia sayangi.

—<><>—

“Mari kita bersulang untuk kesuksesan bisnis kita berkat Louis,” Tuan Sbastian, direktur tempat Louis bekerja mulai memimpin acara perayaan penyambutan kepulangan Louis dari luar negeri. Banyak rekan-rekan kerja Louis yang menghadiri acara di club malam ini.

Yang lain, termasuk Louis mulai mengangkat gelas mereka masing-masing dan menghentakkannya bersamaan di tengah-tengah meja hingga menimbulkan suara benturan gelas kaca yang cukup keras.

Suasana di club malam ini begitu meriah. Mereka bahkan terlihat begitu semangat menikmati kebersamaan malam ini, kecuali Louis.

Bagikan :