Bukan hanya karena kejadian di bandara siang tadi yang membuatnya terlihat malas mengikuti acara malam ini, tapi ada alasan lain yang jauh lebih kuat dari itu. Entah sudah berapa lama ia menatap perih pemandangan di sudut bangku club. Ia baru tau ternyata Karin, wanita yang ia sukai sudah mempunyai kekasih.

Bagaimana mungkin aku tidak mengetahuinya? Batin Louis kesal.

Louis sudah berusaha berkali-kali untuk mengalihkan matanya dari pemandangan menyakitkan itu. Tapi entah mengapa matanya selalu tertuju pada Karin yang terlihat sangat senang berduaan dengan seseorang yang baru Louis kenal malam ini. Direktur Sbastian sudah mengenalkan pria itu padanya di awal acara. Pria bernama Brian itu adalah anak pemilik perusahaan salah satu brand kamera terkemuka di kota ini. Dan yang paling membuat Louis merasa bodoh adalah saat Karin mengatakan hubungannya dengan Brian sudah lebih dari satu tahun.

Mengapa aku baru mengetahuinya sekarang? Bukankah aku sudah mengenal Karin lebih dari lima tahun lamanya? Tapi mengapa ia tidak pernah mengatakannya padaku? Sebenarnya dia menganggapku apa? Louis terus saja bertanya-tanya dalam hatinya. Ia cukup terpukul dengan kenyataan ini. Sesuatu yang sangat sulit dipercaya. Ini semua seperti mimpi baginya.

Louis belum bisa menguasai dirinya untuk bersikap lebih tenang. Emosinya memuncak tiap kali melihat Brian merangkul mesra wanita yang ia sukai. Akhirnya sebelum hatinya bertambah panas, ia memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu, berusaha untuk menenangkan hatinya.

Bagikan :