Audrey adalah gadis yang sangat cantik. Tentu saja dia mewarisi kecantikan itu dari Mom. Bahkan terkadang Mom dan Audrey terlihat seperti sepasang kakak dan adik kalau saja tidak terlihat tanda perbedaan usia diantara mereka berdua.

“Kakak juga kangen sama kamu…” Kataku.

Setelahnya aku beralih ke anggota keluargaku yang lain.

“Hei bro! Welcome home!” Kata Nicholas, adik bungsuku. Dia biasa dipanggil Nic atau Nicho.

Kalau Nicholas, wajahnya memiliki perpaduan yang unik antara Mom dan Dad. Itulah yang membuatnya memiliki wajah tampan.

Seperti biasa, jika sedang bertemu, aku dan Nicholas punya sebuah kebiasaan. Yaitu berlomba siapa yang tercepat menjitak kepala satu sama lain. Tentu saja kami berdua jadi sedikit gaduh, dan Nic tidak mau kalah. Tapi seperti biasa, kali ini aku lagi yang menang. Tidak menerima kekalahannya, Nicholas tampak kesal, sedangkan aku tertawa puas.

Boys… Kita lagi di tempat umum. Jaga sikap dong.” Kata wanita paling cantik di dunia.

“Mom…” Akupun berjalan ke arahnya dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat. Setelah itu beralih ke pria paling bijaksana yang pernah aku kenal, yaitu suami dari wanita paling cantik di dunia, Dad.

“James…Welcome home.” Dad memelukku dengan gaya khas pria dewasa sambil menepuk-nepuk punggungku.

I’m glad to be back home, Dad.” Kataku setelah selesai berpelukan dengan Dad.

Bagikan :