“Kamu lapar James?” Tanya Mom.

Aku menjawab dengan mengangguk cepat. “Masak apa, Mom??” Tanyaku antusias.

Sudah lama sekali, tepatnya dua tahun, aku tidak merasakan masakan buatan Mom.

“Semua kesukaan kamu.” Jawab Mom sambil tersenyum.

“Wah! Liurku kayanya udah mulai netes nih. Kangen sama masakan Mom.” Kataku.

“Kalau gitu ayo buruan pulang! Aku juga lapar nih!” Kata Nicho tidak sabaran.

“Ya kamu sih lapar terus. Gendut baru tau rasa!” Kata Audrey.

“Eh sorry aja ya! Ga liat nih?” Nicho mengangkat sedikit bagian bawah kaos hitam yang bertuliskan nama band favoritnya, Nirvana. Kemudian dengan senyum bangga di bibirnya, ia menunjukkan perutnya yang rata dan berbentuk four pack. “Tuh liat, aku keren kan??” Tanya Nicho sambil nyengir.

Dan di saat itu, ada sekelempok gadis remaja yang kebetulan sedang melintas di dekat kami. Mereka langsung bersikap aneh dan senyum-senyum centil saat melihat Nicho memamerkan perutnya. Menyadari kalau dia sedang dikagumi, Nicholas malah tampak senang dan membalas senyuman gadis-gadis remaja itu, bahkan dia sempat mengedipkan sebelah matanya. Karena melihat tingkah Nic itulah, tiba-tiba muncul ide iseng di kepalaku.

Bagikan :