Setelah selesai makan malam, aku dan keluargaku bersantai di ruang keluarga sambil nonton TV. Mom sedang mengupas beberapa buah untuk jadi camilan kami. Sudah tradisi keluarga, setiap hari kami harus makan buah dan sayur. Mom pernah bilang kalau sebenarnya itu aturan yang diberikan Dad kepadanya saat dulu mereka pacaran. Nicholas bilang kalau gaya pacaran Mom dan Dad adalah pacaran yang sehat, yaitu pacaran yang selalu makan sayur dan buah. Setiap mendengar itu, Mom dan Dad pasti tertawa.

Kalau Audrey dan Nicho, sekarang mereka sedang berebut remot TV. Hal itu juga sudah menjadi kebiasaan mereka dari kecil. Sampai sekarang ternyata juga tidak berubah. Sedangkan aku dan Dad sedari tadi membicarakan tentang perusahaan keluarga kami. Syukurlah perusahaan kami tidak pernah mengalami masalah yang serius. Sekalipun ada masalah, sekecil apapun itu, Dad pasti bisa menanganinya dengan baik. Aku kagum padanya, Dad memang pria paling bijaksana dan selalu bisa mencari solusi di saat orang lain sudah menyerah. Pantas saja perusahaan keluarga kami sekarang semakin sukses, karena Dad sebagai direktur utama bekerja dengan sangat maksimal.

“Daddy… Nic ga mau ngalah” Rengekan Audrey membuat pembicaraanku dan Dad jadi terhenti. Kami berdua lalu melihatnya.

Inilah salah satu trik yang selalu Audrey gunakan. Jika ia sudah tidak bisa menang berkompetisi dari Nic, dia akan mengadu pada Daddy, dan tentu saja dia pasti menang. Maklumlah, anak gadis satu-satunya.

“Nicholas!” Tegur Dad dengan suara beratnya yang terdengar sangat ke-bapak-an dan berwibawa.

Bagikan :