“Ga asik! Aku kan anak bungsu, masa aku harus ngalah mulu sama nenek sihir!” Kata Nicho, ia tampak kesal.

“Nicho… Dia kakakmu, jangan sebut dia nenek sihir terus, sayang.” Sekarang Mom yang ikut menegur Nicholas.

“Lagian tiap hari kak Audrey tontonannya sinetron cengeng mulu! Apa rame-nya coba?”

“Mending kakak tiap hari nonton sinetron cengeng. Daripada kamu hampir tiap minggu ganti pacar terus. Sok kecakepan!” Balas Audrey tidak mau kalah.

“Yeee… Emang aku cakep kok! Buktinya banyak yang mau! Bweee!!” Nicholas menjulurkan lidahnya ke arah Audrey.

Kalau sudah seperti ini, Mom dan Dad akan menghela napas panjang dan berat, tanda kalau mereka sudah menyerah. Lalu mereka akan menatapku, berharap aku yang turun tangan menangani dua monster mengerikan ini. Kalau sudah begini, apa boleh buat? Akupun bangkit dari sofa dan berjalan menuju TV melewati Audrey dan Nic yang masih adu mulut. Langsung saja kumatikan TV dengan mencabut kabelnya. Menyadari akan hal itu, Audrey dan Nic langsung protes dengan tindakanku.

“Yahhh… Kok dimatiin sih?” Protes Audrey.

“Apaan sih kamu James! Lagi seru nih!” Kata Nic.

“Biar adil, jadi ga rebutan lagi.” Kataku sambil tertawa kecil dan kembali duduk di sofa.

Bagikan :