“Jadi begini… Usia Dad kan sudah 52 tahun, berarti sekarang Dad sudah mimpin perusahaan kita lebih dari dua puluh tahun. Dad rasa, sudah waktunya Dad untuk pensiun” kata Dad.

Aku, Audrey, dan Nicholas pun benar-benar terkejut.

“Kenapa pilih pensiun?” tanya Nicholas.

“Begini, son. Daddy ingin istirahat, dan meluangkan lebih banyak waktu dengan wanita paling cantik ini.” Kata Dad sambil menoleh ke arah Mom yang langsung tersipu malu. Dad lalu mendaratkan ciuman di pipi kanan Mom dengan mesra.

Mom dan Dad memang sudah tidak muda lagi, tapi mereka selalu mesra. Setiap hari, mereka tidak sungkan menunjukkan rasa cinta mereka kepada satu sama lain, bahkan di depan anak-anaknya. Selama 22 tahun hidupku, aku tidak pernah melihat ataupun mendengar mereka bertengkar seperti pasangan suami istri sewajarnya. Bisa dibilang, pernikahan mereka nyaris sempurna. Suatu saat nanti, jika aku menemukan wanita yang aku cintai, aku ingin hubunganku seperti Mom dan Dad.

“Kalau gitu… Yang gantiin Dad siapa dong?” Pertanyaan Audrey langsung membuatku keluar dari lamunanku.

Benar juga, siapa yang akan menggantikan Dad kalau dia memutuskan untuk pensiun?

Dad dan Mom saling bertatapan kembali. Kemudian secara bersama-sama mereka berkata…

“James.”

Bagikan :