Prolog

        Gadis itu menatap sahabatnya dengan tatapan sendu, melihat perubahan sahabatnya yang berubah drastis, mereka sedang berada di kamar lelaki dan lelaki itu teriak-teriak kepadanya.

        Dengan takut gadis itu menghindar lalu membalikan badannya takut melihat sahabatnya itu.

        “Grace, lo yang tenang ya, Nathan cuman lagi shock aja kok.” Ucap Lucas sambil menepuk-nepuk bahu Grace, mencoba menghilangkan ketakutan gadis itu.

        Grace hanya tersenyum kecil lalu mengangguk lemah. Lalu dengan takut-takut, ia menatap sahabatnya yang sedang menangisi foto ayahnya.

        “Nathan.” panggil Grace dengan lembut, Nathan tak bergerak, ia masih memeluk foto ayahnya. Dengan takut-takut Grace mencoba mendekati Nathan dan berdiri di depan Nathan.

        “Maafin aku, aku… akkk…ku terlambat datang,” ucap Grace dengan gemetaran, dari pada takutnya, ia lebih cemas melihat Nathan seperti itu.

        Tak ada jawaban dari bibir Nathan, yang ada hanyalah tangisan kecil dari bibirnya, ia terlalu lemah untuk menjawab atau merespon gadis itu.

        Belum lagi kemarahan dan kecemburuan yang menyayat hatinya, ia menoleh lalu menatap Grace yang tampak takut menatapnya.

        “Gue gak butuh elo, lo boleh keluar sekarang.”

        Grace tampak terkejut lalu menatap Nathan dengan tajam, ia menangis lalu berlari keluar saat merasakan sakit yang mendalam di hatinya mendengar ucapan lelaki itu.

Bagikan :