“Ini untukmu, semoga kamu suka,” ucap Vicky dengan nada terkesan manja, Nathan mengambil kotak itu dan memasukkannya ke saku.

“Terimakasih,” ucap Nathan dengan nada yang selalu terkesan dingin. Yap! Pria itu memang selalu berusaha menjaga image di depan fans-fans fanatiknya, ya walaupun ia juga orang yang dingin dan terkesan egois. Tapi semua gadis itu seakan tak peduli dengan sikap acuh tak acuh Nathan, semua gadis-gadis malah berlarian histeris ke arah Nathan.

        “Lo beruntung, bro, itu tadi adalah pemandangan yang sangat langka. Seorang Victoria gadis incaran semua lelaki di sekolahan ini datang dan ngasih kotak yang entah apa isinnya itu sama lo! Wow! Bravo!” seru Lucas dengan semangat saat mereka tiba di kelas. Nathan hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.

“Terus gue harus bilang wow gitu?” Lucas tertawa geli saat mendengar balasan sahabatnya itu, benar-benar Nathan pada umunya, sikap cuek dan egois itu adalah sikap kental seorang Nathan Marcus.

        “Oke, gue tau itu dan lo! Gak perlu jelasin atau apalah itu, karena gue tau kalau kotak itu ahkirnya akan lo kasih gue, iya kan?”

Nathan tersenyum kecil saat mendengar ucapan sahabatnya itu, ia hendak membuka mulut saat itu tetapi Lucas sepertinya sudah tau kebiasaan seorang Nathan Marcus, jadi dia hanya tersenyum kecil sambil mengambil kotak pink kecil itu dari sakunya dan melemparkannya ke arah Lucas yang sedang duduk.

“Thank’s.” Lucas mengangguk kecil, Nathan benar-benar takjub pada kesetiaan Lucas padanya.

Bagikan :