“Ya mau gimana lagi! Lo harus terima, Grace, karena itu juga salah lo, kenapa coba lo harus telat? Uda tau hari ini ada pelajaran guru killer itu.” Grace menundukkan kepalanya, ia terlalu kesal untuk menjawab pertanyaan Kattie saat ini.

“Uda, gue malas bahas itu,” ucap Grace dengan nada malas, ia benar-benar tak suka jika harus membicarakan guru killer itu.

“Yaudah, gimana siap ini kita nonton?.” Grace spontan mengangkat kepalanya menatap Kattie dengan wajah berseri.

       “Huh! Kalau nonton aja muka lo langsung ceria gitu,” ledek Kattie sambil meleparkan pipet soda yang sedari di tangannya.

“Ih, jorok lo.” Kattie tak merespon, ia malah kembali melemparkan pipet soda yang satu lagi kearah Grace, Grace hanya bisa berteriak dengan nada terkejut dan menatap jijik ke arah pipet itu.

***

        “Lo suka sama film tadi?” goda Kattie. Grace melirik kesal kearah Kattie yang sedang tersenyum ria.

“Senang apanya?! Lo uda merusak keperawanan mata gue dengan adegan aneh itu!” pekik Grace kesal, ia benar-benar tak habis pikir poster besar itu akan menipunya, dan dengan wajah riang Kattie mengajaknya menonton film itu. Film yang bisa di katakan 18+, entahlah 17+ Grace tak tau dan tak peduli. Tapi Kattie?! Dengan wajah ceria, ia bisa menonton film aneh itu!

        “Lo harus bersikap dewasa, Grace. Sampai kapan lo polos gak menentu gitu?” Grace melirik kesal saat mendengar ucapan Kattie yang menurutnya memojokkannya, ia memang polos, tapi bukan berarti ia tak bisa bersikap dewasa.

Bagikan :