“Terserah lo! Gue gak peduli!” seru Grace kesal, ia meminum soda kaleng yang ada di tangannya, mungkin soda ini dapat menstabilkan emosinya

“Yaudah, gue traktir makan ice cream deh!” bujuk Kattie sambil menyenggol tangan kanan Grace, tentu saja Grace mau! Grace sangat menyukai ice cream, dan rasa vanila adalah rasa favoritenya.

“Yaudah ayo, jangan sok malu-malu lo,” ucap Kattie sambil menarik Grace kesalah satu kafe ice cream di mall itu.

***

        Dan di sinilah mereka berdua duduk, dengan ice cream di depan mereka masing-masing, Grace tampak sangat menikmati ice cream yang sekarang sudah berada di mulutnya, ia kembali menyendokkan ice cream itu dan memasukkannya ke mulutnya, lalu ia akan berseru kegirangan saat rasa dingin itu menggelitiki seluruh rongga mulutnya. Oh, itu memang sangat berlebihan, Grace memang seperti itu pada setiap apa pun yang ia sukai         “Gimana lo puas kan?” Grace mengangguk gembira sambil memasukan ice cream itu ke mulutnya.

“Nah sekarang lo gak ngambek karena film itu kan?” tanya Kattie.

“Sebenarnya sih gue masih merasa geli gimana gitu, tapi yah karena lo adalah sahabat terbaik gue, oke gue maafin,” jawab Grace dengan nada pura-pura angkuh, dan Kattie hanya tertawa kecil sambil menggelengi sikap sahabatnya itu.

        “Besok gue saranin, lo jangan telat ya, karena pelajaran pertama guru killer itu lagi.”

Grace hanya mengangguk kecil, ia mengerti apa yang di maksud oleh Kattie.

Bagikan :