“Iya, gue emang uda gila! Gila karena Nathan!” Grace menggeleng heran sambil mundur menjauhi sahabatnya itu.

        “Lo benar-benar gila, Kat!” cibir Grace dengan nada kesal, Kattie melirik kesal juga pada Grace.

“Maksud lo?” tanya Kattie .

“Iyalah! Dengan gila nya lo meneriaki nama dia, sedangkan dia aja gak peduli, Kat!” sejenak Kattie terdiam lalu menatap Nathan yang sudah jauh entah dimana.

“Iya, lo ada benarnya, tapi gue terlalu suka banget sama Nathan, bukan sebagai kekasih tapi sebagai fans.” Grace menggeleng heran sambil menjitak jidat Kattie.

        “Akkh.” teriak Kattie kesakitan, Grace hanya menggeleng dan memutar bola matanya

“Dari pada lo nge-fans sama dia, mending lo nge-fans sama Bruno Mars gitu,” ucap Grace dengan kesal. Kattie sadar bahwa sahabatnya itu tak suka dengan Nathan, Grace sering bilang kalau Nathan itu bagaikan pangeran terkutuk untuknya, apalagi dengan keadaan bahwa Grace dan Nathan sering bertengkar.

Seorang lelaki yang sangat dingin dan tak berperasaan, lelaki yang selalu mencapakan gadis-gadis yang memujanya seperti permen karet.

Kalian pasti tau permen karet, enaknya kalau manis saja, kalau manisnya hilang? Pasti segera di buang. Dan itulah gambaran Grace untuk seorang Nathan Marcus.

        “Oke, gue ngaku gue salah.” Grace tampak masih kesal dan berjalan duluan, dengan sigap Kattie mengikuti sahabatnya itu sambil memainkan bibirnya.

Bagikan :