*Alex *

Hatiku girang luar biasa. Sepanjang malam itu aku senyum-senyum sendiri seperti orang gila, membayangkan rencana ke Jakarta. Seperti apa ya respon Elena saat kami bertemu nanti setelah sekian lama tidak saling kontak?

Tatiana Elena. Nama yang selalu terlukis di pikiranku semenjak masa kecil. Wajahnya memang tidak secantik namanya tapi ada sesuatu padanya yang membuatku tertarik. Dan rasa itu semakin bertambah ketika kami beranjak remaja. Entah itu apa, yang pasti, aku menangkap aura pesona tersendiri pada dirinya. Aku ingat waktu masih SD dulu, aku langsung senang saat mengetahui  tetanggaku ini  ikut diajak acara arisan orangtua kami sehingga kami bisa bermain bersama.

Setelah kuliah, aku terlarut dalam tugas dan bebanku sebagai mahasiswa sehingga nama Elena sempat menghilang dari pikiranku. Gonta-ganti pacar tidak membuatku menemukan pasangan yang pas di hati. Ditambah lagi, setelah lulus kuliah dan langsung diterima bekerja pada perusahaan konstruksi asing, nama itu sama sekali tidak punya tempat untuk bermain-main di pikiranku.

Aku tenggelam dalam kesibukanku dan tuntutan pekerjaan. Hingga suatu hari, Mama menelepon dari kampung, menanyakan kabarku yang belum juga menikah di usia kepala tiga ini. Hah, terima kasih buat Mama yang sudah mengingatkan umurku. Trus, aku harus bagaimana? Aku belum menemukan teman hidupku. Pasangan hatiku.

Bagikan :