BAB 2     

 

Hari ini gue berencana menyusun siasat untuk menyelidiki pondok yang dimaksud bokap. Rencananya gue mau minta 3 orang kantor untuk memaksa mereka keluar dari rumah itu. Gue sih berharap kami gak harus berlaku kasar untuk mengusir mereka. Setelah gue pikir, gue mutusin sahabat gue beserta Didit dan Omar yang akan pergi ke pondok itu.

        Antonius sih mau-mau aja. Jadi hari ini juga mereka sudah berangkat ke daerah yang dimaksud dengan mobil kantor. Gue ngasih mereka waktu untuk laporan kejadian setelah jam makan siang.

        Singkatnya, saat makan siang kami janji rapat di ruangan gue. Dan laporan dimulai dari Didit.

        “ Saya tidak heran ayah bapak memilih tempat itu untuk dibangun taman hiburan karena sepanjang perjalanannya saja sudah sangat indah. Dan kesan saya saat melihat pondok di bukit itu, saya merasa seperti melihat lukisan alam di sebuah kanvas. Rumah itu sangat indah dan cocok di atas bukit itu. Saya jadi sayang kalau harus menggusur rumah itu.” Lapor Didit.

Bagikan :