Sebuah tulisan peringatan – warning – berwarna merah tercetak di dasar warna hitam mencolok. Satu kata yang tertangkap di mataku, 18+.

Kaset bokep! Pantesan mereka pada berbisik dan bertingkah aneh ketika mengajakku tadi!

Aku melirik Joshua dan Oscar, mata mereka tidak berkedip menatap layar tv. Hilman mengeringkan keringat yang masih menetes dari sela-sela rambut poninya dengan telapak tangannya.

Mataku kembali menatap tv. Logo putih bergambar kelinci terlihat jelas di antara daftar nama yang berderet cepat dari bawah ke atas.

Adegan dibuka dengan memperlihatkan seorang cewek bule, berambut pirang panjang, mengenakan bikini 2 pieces warna putih tipis…berjalan perlahan menuju kolam renang. Cewek itu lalu duduk di tepi kolam, menggerakkan kedua kakinya di dalam air, dan menurunkan seluruh tubuhnya ke dalam kolam renang. Dia menenggelamkan seluruh badan dan kepalanya lalu tiba-tiba menyembul keluar dengan gerakan slow motion. Kamera menyorot bagian dada cewek  itu yang hanya tertutup kain putih kecil di ujung payudaranya, penutup warna putih yang basah menjadi transparan, memperlihatkan bentuk puting payudara cewek itu dengan jelas.

Aku menelan ludah. Aku melirik lagi Joshua yang melongo, mata menatap lebar, dan mulut menganga.

Oscar tampak menelan ludah berkali-kali, ujung kakinya bergerak-gerak seperti gelisah.

Hilman bertopang dagu, tampak serius, sesekali lidahnya menjilati bibir bawahnya. Keringat di dahinya tak kunjung kering.

Bagikan :