Aku menggerakkan leherku yang terasa kaku. Di tengah kegelapan kamarku, aku melirik  jam kecil di meja kecil di sampingku. Jam 4 subuh. Aku baru tertidur selama 2 jam.

Pekerjaan kantor terpaksa kubawa pulang tadi, setelah seharian ini waktuku habis untuk mengantar mama mengurus surat penting ke notaris Aku memeriksa laporan tahunan internal auditorku sampai jam 2 tadi.

Sudah lama sekali aku tidak bermimpi seperti ini. Terakhir kali aku memimpikan hal yang sama persis seperti ini, 10 tahun yang lalu. Ketika itu aku jatuh cinta pada seorang gadis cantik di kantor papa.

Aku tersenyum getir. Peristiwa yang terjadi saat aku masih kelas 1 SMP, menjadi mimpi buruk. Saat mereka semua menyadarkanku bahwa aku tidak memiliki kemampuan untuk bisa ereksi seperti layaknya seorang laki-laki yang sedang terangsang!

Ketika aku penasaran dengan keadaanku ini, apakah memang aku tidak bisa atau hanya kebetulan saja tidak bisa, aku mencuri majalah Playboy milik papa yang disimpan di kolong meja kerjanya. Aku pernah melihat papa menyelipkan majalah itu diam-diam di sana.

Aku merasa senang melihat foto-foto bugil cewek di majalah itu, tapi ketika aku mencoba merasakan adanya ketegangan di pangkal pahaku, aku tidak merasakan apa-apa di sana.

Ketika kubayangkan cewek bugil itu ada di kamarku memperlihatkan bagian ter-intim-nya sekalipun, tanganku nyatanya hanya mengelus dan mengocok sepotong daging lembek.

Aku langsung membanting, merobek, menginjak-injak majalah porno itu! Aku marah! Aku benci! Aku masukkan ke dalam plastik, kertas yang tadinya berwujud

Bagikan :