“Kenapa kau tidak pergi untuk membeli sendiri, Angel? kau tau, kan … aku sedang mengerjakan tugas essaymu?”

Aku menatap Megi dengan tatapan galak. Membuat Megi menunduk takut.

        “Kau sendiri yang bilang kalau kau adalah temanku. Bukankah teman akan membantu saat temannya kesusahan? ah,atau mungkin kau memang bukan temanku.” Ucapku yang membuat Megi semakin menundukkan wajahnya.
“Kau tau? bahkan anjingku yang sudah matipun lebih baik ketimbang dirimu.” Lanjutku dengan nada mengejek.

Megi semakin tertekan mendengar ucapan sinisku itu. Semua orang dikelas menatap Megi iba.

        “Kalian sedang melihat apa? Jangan mencampuri urusanku!”

        “Sudah, cukup.”

Aku menoleh ke arah sumber suara.

Oh Tuhan ternyata Dava!

        “Ap-apa hakmu?!” tanyaku sambil menatap Dava tajam.

        “Megi, lebih baik kau tidak usah memaksakan diri. Biar aku yang membelikannya.” Kata Dava seraya mengabaikanku.

Megi menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan berkata

        “Ah, tidak apa. Aku akan melakukannya sendiri.”

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :