papa pulang kerumah. Dan pada saat itu aku akan benar-benar menjadi nona muda pewaris.

Jika kalian berpikir aku naif, munafik, tak menerima kenyataan atau yang lainnya? Aku tak peduli. Karena aku benci menyesali sesuatu atau masa lalu. Dan juga benci hidup seperti rakyat biasa.

Karena aku Angel Adelia hanya akan selalu menjadi tuan putri. Dikamusku tak ada kata untuk menjadi rakyat biasa.

Oh? ups,maaf jika kalian tersinggung.

***

Aku segera melangkahkan kakiku dengan anggun dan angkuh saat berada di depan pintu gerbang. Beberapa murid melihatku dengan takjub.

Asal kalian tau. Aku sekolah di SMA ter-elit di kota ini. Dan tak tanggung-tanggung, aku juga masuk di kelas yang elit dan fasilitas yang lengkap. Kelas yang hanya dikhususkan oleh murid-murid yang luar biasa. Oh ya tentu aku termasuk di dalamnya.

        “Selamat pagi, Nona Angel,” sapa seorang siswa dengan wajah malu-malu. Menjijikkan.

Aku menatapnya dari atas hingga bawah. Ugh, sepatunya kotor penuh lumpur. Argghh, aku benci dengan hal kotor seperti itu.

        “Ah,pagi rakyat biasa. Oh ya kau bisa kan mencuci sepatumu sampai bersih ?” aku lalu pergi dan berjalan cepat.

Bagikan :