Bagian 2

Bu Siska, guru wali kelasku yang biasanya kusebut Bu bebek karena kecerewetannya itu masuk kekelasku. Dan ternyata ada anak lelaki yang mengikutinya di belakang.

DEGH!

Entah kenapa jantungku bisa berdegup sekencang ini. Lelaki yang berwajah imut, berkarismatik,juga postur tubuhnya yang tinggi,kulitnya yang putih terawat, rambut yang disisir rapi dan memiliki aura yang memikat. Segalanya kelihatan sempurna !

Ehh tunggu dulu ! jangan bilang aku sedang terpesona olehnya bukan ? di dalam kamus Angel Adelia, tak ada kata “Mengangumi atau terpesona”, titik.

        “Baiklah anak-anak, tolong diperhatikan ya. Kita kedatangan murid baru. Nah ayo nak,perkenalkan dirimu.” Sahut Bu bebek. Ah maksudku Bu Siska.

Lelaki itu maju dan mulai memperkenalkan diri.

        “Namaku Dava Ferdiansyah. Senang berkenalan dengan kalian semua.” Kata Dava sambil tersenyum ramah. Suara yang ngebass itu mampu membuat para siswi dikelasku heboh. Humph,dasar rakyat biasa.

        “Baiklah Dava,silahkan duduk disebelah nona Adelia.” Kata Bu bebek menunjuk kearah bangku di sebelahku.

Bagikan :