“A ap- apa mak-maksudmu?! du-dulu memang pernah ham-hampir bangkrut. Ta-te-tetapi sekarang sudah tak lagi,” ucapku tergagap. Mengapa aku sangat sulit untuk berbohong?

“Ah begitu? Syukurlah … ya kan, Angel?” jawab Dava sambil tersenyum. Ntah mengapa Dava menekankan kata “Angel” kepadaku. Tapi, ah sudahlah. Itu tidak penting. Setidaknya, rahasiaku tidak terbongkar.

Huuftt … untung saja. Jika ketahuan mungkin aku akan terjun ke segitiga bermuda.

Bagikan :