“Baguslah kalau begitu! Aku senang hari ini, Kaito-kun. Kau tahu pasti alasannya ‘kan?” Mizuki tersenyum lalu melanjutkan makannya.

“Kau bahagia karena kau mendapat donor jantung itu ‘kan?” Kaito tersenyum menatap Mizu. Ia tahu pasti alasan Mizu bahagia saat ini. Karena ia juga merasakan apa yang dirasakan Mizu saat ini.

“Bukan hanya itu Kaito-kun!… Aku sangat bahagia karena nanti aku akan menjadi wanita yang kuat dan sempurna menjadi milikmu.” Mizuki tampak tenang menyuapkan sisa Natto nya. Lalu tangan kirinya mengepal dan mengangkatnya keudara. “Sempurna! Hanya untuk mu.” Mizu menyuapkan Natto dengan semangat. Matanya tak beralih dari mata Kaito.

Kaito tersenyum mendengarnya. Mizuki sudah sempurna dimatanya, kenapa wanita ini berpikiran kalau ia masih kurang di hadapannya. “Saat ini dan sampai kapanpun kau selalu sempurna dimataku penyakitmu itu tidak membuat kesempurnaanmu berkurang….”

Mizu tersenyum. “Aku senang mendengarnya… aku akan selalu sempurna seperti yang kau ucapkan. Aku mencintaimu Kaito-kun, aku sangat mencintaimu sampai kapanpun, hati dan jantung ini akan selalu hidup untukmu!” seru Mizu semangat seraya menyentuh dadanya.

“Kau mencintaiku dan aku mencintaimu dua kali lipat! Dan jantung ini juga akan selalu hidup untukmu! Dan aku akan selalu melihatmu….”

“Terimakasih, Kaito-kun. Selalu ada untukku selama ini dan aku yakin kau akan bisa melihatku selamanya…” Mizu menyelesaikan  makannya dan menyingkirkan mangkuk bekas Natto-nya.

Bagikan :