“Terimakasih juga karena kau sudah menjadi belahan jiwaku.” Kaito menatap Mizu penuh cinta dan ia menjulurkan tangannya keatas meja lalu meremas lembut jemari Mizu. Mizu tersenyum bahagia dan menatap Kaito penuh cinta dengan mata hitamnya.

“Berjanjilah padaku, kau harus kuat menjalani operasinya. Kau jangan menolak jantung barumu itu. Kau harus menerimanya, Mizu-chan….” Kaito mengeratkan genggamannya. Ia menatap dalam kemata Mizu. Sungguh, ia tak ingin kehilangan orang yang disayanginya untuk yang kedua kali.

Tuhan, lancarkanlah operasi Mizu, aku tak ingin kau mengambil orang yang kusayangi lagi. Sudah cukup Tuhan, aku sudah kehilangan Kakakku! Aku tak ingin kehilangan belahan jiwaku ini!.

“Aku akan berusaha, tetapi ingat Tuhan yang menentukan!” Mizu menjawab dengan nada yang tenang namun ditekankan.

“Ya, semua sudah takdir, kita hanya bisa berusaha dan Tuhanlah yang menentukan akhirnya.”

***

Ternyata benar apa yang dikatakan orang selama ini. Kali ini Vella benar-benar percaya mandi di malam hari dengan air dingin itu dapat menghilangkan lelah dan menyegarkan badan.

Sebelumnya, ia tidak berani mandi di malam hari karena setahunya hal itu akan merusak kesehatan tulang. Tetapi opini nya itu sekarang terkalahkan oleh sensasi mandi di malam hari. Mulai hari ini dan seterusnya, ia akan mandi setiap malam agar tubuhnya segar dan rasa capeknya setelah bekerja akan hilang.

Bagikan :