“Baguslah… oh, ya Vin, nanti di Jepang… apa rencanamu itu jadi?” Edmund agak ragu lalu melanjutkan. “Rencana untuk mencari orang tua kandungmu itu… kalau kau mau aku bisa menemanimu selama di Jepang!”

“Emm, boleh-boleh… lagipula aku juga bingung mau dimulai dari pelosok Jepang bagian mana. Jepang kan luas. Mungkin kalau memang sudah takdirnya aku dipertemukan dengan kedua orangtuaku itu, ya nanti juga pasti bertemu….”

“Kau benar. Tapi, apa kau yakin kalau orang tua mu itu benar-benar orang Jepang? Aku bingung, kalau kau memang berasal dari Jepang, kenapa sekarang kau ada di Perancis? Jepang dan Perancis itu jaraknya kan jauh. Apa kau tidak memikirkan hal itu? Kemungkinan itu maksudku….”

Vella terdiam mendengarnya. Ia juga sempat ragu apakah benar orang tua kandungnya ada di Jepang. Mengingat jarak kedua negara itu sangatlah jauh. Dan bagaimana bisa Vella yang berasal dari Jepang bisa sampai ke Perancis. Apakah kedua orangtuanya membuang Vella jauh-jauh sampai ke Perancis. Setega itukah orangtua kandungnya?

Vella benar-benar tidak tahu ataupun ingat tentang masa kecilnya. Ia juga baru tahu kalau ia bukan anak kandung keluarga Devaux 6 bulan lalu. Ia benar-benar syok waktu itu.

***

Bagikan :