6 bulan lalu….

Vella baru saja akan pergi kedapur untuk menaruh gelas jusnya dan langkahnya terhenti setelah ia mendengar kedua orang tuanya sedang berbicara berdua di dalam kamar. Ia tak sengaja menguping pembicaraan orang tuanya.

Vella menempelkan telinga kanannya di pintu dan mendengarkan dengan seksama apa yang ia dengar. Ia juga tak tahu pasti apa alasannya ia menguping.

Lalu terdengar suara Ibunya yang cemas. “Tapi, Ed. Aku tak mau anak kita syok dan nanti ia akan pergi mencari orang tua kandungnya dan meninggalkan kita … aku tak mau itu terjadi….”

Vella terdiam dan ia mengerutkan kening mencerna setiap perkataan ibunya. Anak kita? Itu aku kan. Syok!? Kenapa aku harus syok. Dan apa yang terakhir. Aku akan pergi mencari orang tua kandungku dan meninggalkan mereka? Kenapa harus???

Vella terdiam lalu tangannya terangkat menutup mulutnya ketika pemikiran itu menyeruak ke dalam benaknya.  OH! Apakah… OH! Tidak mungkin!. Mata Vella terbelalak syok dan ia menggeleng-gelengkan kepala untuk menghilangkan pemikiran itu. Tidak mungkin aku..!

“Berfikir rasional lah Elise, dia sudah dewasa. Vella harus tahu, Elise… kita tak boleh menutupi hal ini lebih lama. Dia harus tahu kalau dia bukan anak kandung kita, Elise! Sebentar lagi dia akan menikah dan sudah saatnya ia tahu dan mencari orang tua kandungnya untuk merestui pernikahannya.

Bagikan :